Banten

Dokter Tifa Kembali Lempar Isu Panas, Klaim Jokowi Tak Pernah Diundang UGM Selama Jadi Pejabat

Abdurahman | 16 Juli 2026, 19:01 WIB
Dokter Tifa Kembali Lempar Isu Panas, Klaim Jokowi Tak Pernah Diundang UGM Selama Jadi Pejabat
Ilustrasi (dok Ist)

AKURAT BANTEN– Nama Dokter Tifa kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, ia melontarkan klaim kontroversial terkait hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melalui unggahan terbarunya, Dokter Tifa secara terbuka menyebut bahwa selama menjabat sebagai pejabat publik, mulai dari Wali Kota hingga Presiden, Jokowi tidak pernah mendapatkan undangan formal dari UGM.

Baca Juga: Panas! Jadwal Dangdut Academy 8 Top 42 Grup 2: Misi Tim Fildan Amankan Tiket ke Babak Berikutnya!

Klaim "Absen" Undangan UGM

Dalam narasinya, Dokter Tifa menyoroti posisi Jokowi sebagai alumni.

Ia mempertanyakan mengapa sosok yang memimpin negeri ini seolah "terpinggirkan" dari agenda-agenda kampus yang membesarkan namanya tersebut.

"Selama jadi pejabat, dari Wali Kota, Gubernur, sampai Presiden, tidak pernah diundang oleh UGM," tulis Dokter Tifa dalam unggahannya yang memicu perdebatan di kalangan warganet.

Pernyataan ini langsung memancing reaksi keras dari berbagai pihak.

Di media sosial, banyak yang menilai klaim tersebut sebagai upaya untuk menggiring opini publik mengenai validitas hubungan Jokowi dengan kampusnya.

Namun, di sisi lain, pendukung Dokter Tifa menganggap ini sebagai bentuk kritik tajam atas dinamika politik dan hubungan kampus-penguasa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UGM maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim yang dilontarkan oleh Dokter Tifa tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 16 Juli 2026: Turun Tipis, Saatnya 'Serok' atau Tahan Dulu?

Dampak di Media Sosial

Isu ini diprediksi akan terus bergulir, mengingat sosok Dokter Tifa yang kerap menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan platform diskusi lainnya.

Bagi Anda yang mengikuti dinamika politik nasional, pernyataan ini tentu menambah daftar narasi panas yang menyelimuti perjalanan akhir masa jabatan Presiden Jokowi.

Apakah ini murni observasi kritis, atau hanya sekadar polemik yang sengaja diciptakan untuk memanaskan suasana politik?

Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang namanya terseret dalam klaim ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman